UNTITLLE

Posted: Maret 11, 2011 in nulislagi

Rasanya baru tadi siang (mungkin tepatnya sore tadi) saya menjadi seorang pribadi yang tangguh, memberikan saran dan tanggapan atas masalah orang dengan jelas (walau kadang terbata). Saya bahagia menjadi bagian dari orang yang masih percaya dengan kemampuan saya.

Sugesti positif, positif thinking (whateverlah apapun itu istilahnya), pelajaran itu yang saya terapkan tadi sore. Cukup mengenakah? Tanyakan langsung pada mereka (hahahaha). Yang jelas saya cukup mampu mencairkan suasana dan membuat mereka tertawa (sombong dikit). Ya, bisa dibilang bukan pertama kali saya memberikan saran, tapi sudah cukup lama juga saya istirahat dari dunia bantu-membantu menolong orang menemukan jalannya, dan tadi sore saya cukup belepotan untuk menyampaikan maksud dari perkataan saya (semoga dapat dicerna dengan baik).

Kemudian yang terjadi malam ini adalah, saya gagal menerapkan pelajaran yang sore tadi saya ajarkan kepada mereka. Berpikiran positif. Bukan karena apa-apa, hanya saja sedikit merasa lelah, dan ingin mendapatkan angin sejuk, malahan saya mendapatkan mendung (belum sampai badai). Merasa gagal menyampaikan ilmu, mungkin tidak, karena saya juga masih belajar. Hanya saja masih perlu banyak belajar menerapakan ilmu tersebut pada diri saya sendiri (biar lebih maknyoss). Dan tetap saya masih perlu banyak belajar.

Terima kasih untuk orang-orang yang telah muncul hari ini dalam hidup saya,

kalian “yang sekarang berada dalam kondisi berbeda”, mengajari saya untuk tetap bersabar menerjemahkan maksud dan menyampaikan apa yang kami maksudkan

kalian “teman seperjuangan”, yang selalu mengajari semangat disaat-saat kritis sekalipun

kalian “teman lama”, yang mengajari untuk tetap membangun kembali hubungan baik dengan rekahan senyum bersama “teman” yang baru (selamat ya)

kalian “teman baru”, yang telah mengajari percaya dan mau saya dengarkan, tawa kalian adalah bayaran yang sangat berharga

kalian “teman besar”, yang setia mendengarkan masalah yang seharusnya mampu saya selesaikan sendiri dan terima kasih telah ikut memikirkan apa yang seharusnya tidak dipikirkan

dan kalian “temanku”, yang tidak pernah bosan dengan posisi kalian (yang takberubah), menerima saya kapanpun dan dalam keadaan apapun

Untuk setiap kata yang teruntai adalah, saya belajar tentang indahnya bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s