“Hei Peri Kecilku, Aku Rindu”

Posted: Februari 18, 2011 in nulislagi

hei, masih disana kan?

masihkah kau buka lebar telingamu untuk sekedar mendengarkan cerita gilaku??

masih adakah waktu sedikit untukku melihat senyummu?

aku rindu padamu,

rindu melihatmu memakai baju “kebesaran” dan tawa tertahan karena kala itu ada luka disudut bibirmu.

aku rindu,

rindu melepaskan tawa dan menceritakan semua yang sama-sama ingin kita keluarkan sekalipun semua itu sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan kita.

aku rindu tertawa bersama dibawah siraman hujan dan berteriak sesukanya seolah takakan ada yang menghentikan kita.

aku masih ingat ketika kita berada ditepi jalan dan memandang langit (tanpa bintang malam itu) dan berkata “suatu saat kita akan melihatnya bersama”.

aku masih ingat ketika harus bersembunyi diantara sejuta kata dan alasan hanya untuk sekedar menyelamatkan diri, lari dari kenyataan dan terbenam dalam mimpi-mimpi.

aku juga masih ingat ketika kita sama-sama mengurai mimpi-mimpi tentang masa depan kita masing-masing.

masih segar dalam ingatanku,

rasanya baru kemarin, tapi ternyata sudah terlampau lama aku menyimpannya (sendiri) dalam ingatan.

hei peri kecilku..

aku rindu..

"indut"
Komentar
  1. zamrinata mengatakan:

    hmmm///

    miz u too mbak…halah,,

    btw, fto mu keren,,,,

    zamrinata.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s