Saya awali tulisan hari ini dengan ucapan terima kasih yang mendalam kepada Sang Maha Pembuat Hidup dan Pengatur Segalanya, maka terima kasih yang sangat besar saya haturkan kepadaNya atas limpahan rejeki dan kesadaran yang dihadirkan melalui mereka, orang-orang yang sangat luar biasa, yang selama ini telah mewarnai hidup saya.
Kesadaranku disentil, (mungkin) sedikit terlambat, daripada tidak sama sekali, dan saya bersyukur . Kesadaran bahwa selama ini ternyata saya hanya memfokuskan semuanya pada satu titik yang membuat saya sakit, yaitu titik (yang menurut saya) masalah. Saya terpaku didalamnya sampai membuat saya lupa dengan keberadaan orang-orang disekitar saya yang ternyata memiliki masalah yang lebih parah daripada masalah saya atau pada mereka yang ternyata dapat memberikan semangat dan memberikan penyelesaian atas masalah saya. Selama ini saya terlalu congkak dengan mengatakan pada diri sendiri bahwa ini adalah masalah saya, saya yang harus menyelesaikannya (sendiri) dan biarlah waktu yang menjawabnya. Padahal semuanya tidak semuanya benar.
Fokus terhadap masalah ternyata membuat saya lebih merasakan sakit dan tidak mampu beranjak dari rasa sakit, membuat saya sadar bahwa semua itu telah membuang waktu saya. Dan hari ini, entah mengapa saya merasakan malu yang teramat sangat jika menilik semua perbuatan yang saya lakukan 2 bulan terakhir. Saya merasa sebagai orang yang sangat tidak beruntung saat itu, setiap malam saya selalu menangisinya dan meminta jawaban atas semuanya, dan saya sadar itu benar-benar membuang waktu saya.
Malu yang saya rasakan tidak berhenti disitu saja, saya merasakan malu kepada mereka yang (kala itu) menangis dihadapan saya karena orang tua mereka, ketakutan mereka akan kehilangan ibu-ayah ditengah-tengah kekhawatiran atas diri mereka sendiri. Pikiran saya melayang, memikirkan kapan terakhir saya menagis untuk mereka, menangis sesenggukan meminta beliau untuk tetap tinggal dan menemani saya, atau sekedar menangis karena merindukan beliau. Kapan terakhir saya membuat beliau tersenyum bahagia, dan apakah saya sudah mampu membanggakan beliau?
Ternyata saya belum menjadi apa-apa dan siapa-siapa. Saya malu hanya terfokus pada satu masalah yang ternyata dapat membuat saya benar-benar jatuh tanpa memikirkan masalah lain yang dapat membuat saya lebih bermanfaat dan bermakna dalam hidup orang lain yang membutuhkan saya tentunya. Hari ini saya benar-benar belajar tentang sebuah “titik”, titik yang dapat membawa pada perubahan besar ketika kita mampu mengelolanya dengan baik. Dan saya akan meninggalkan fokus masalah yang selama ini telah mengiringi langkah. Terima kasih atas waktunya singgah kedalam kehidupan saya dan membuat saya belajar tentang arti kekuatan, harapan dan pasrah. Dan terima kasih kepada mereka, orang-orang hebat yang membuat saya belajar LEBIH banyak tentang kekuatan, harapan dan usaha.


